Kamis, 14 Mei 2026

MERAWAT RAMBUT RONTOK DAN KETOMBE DENGAN MYLEA ANTI DANDRUFF HAIRCEUTICAL CARE SYSTEM (MYLEA ANTI DANDRUFF HAIR SHAMPOO – MYLEA INTENSIVE DAILY INSTAN HAIR MASK – MYLEA ANTI DANDRUFF HAIR TONIC)

 Assalamu’alaikum. Heloo semua …

Rambut berketombe, lepek, gatal dan rontok memanglah menjadi hal yang menakutkan bagi perempuan berhijab. Bayangkan saja jika setiap hari kita harus mengalami banyak rambut yang rontok maka rambut kita bisa hilang satu persatu dan kita bisa gak punya rambut lagi. Permasalahan ini menjadi hal yang mengusik pikiran. Walaupun berhijab, rambut tertutup dan tidak dilihat banyak orang, namun kesehatan rambut sangatlah penting.

Sebagai seorang perempuan berhijab dan bekerja di luar rumah. Permasalahan kulit kepala gatal, rambut lepek, ketombe dan rontok bukanlah hal yang baru bagiku. Apalagi setelah melahirkan anak kedua tahun 2018 lalu. Rontoknya semakin parah. Dan aku berhasil melaluinya dengan menggunakan rangkaian lengkap dari Mylea. Sesuai dengan jenis rambutku yang rontok, ditambah kondisi kepala yang sering tertutup hampir 12 jam setiap harinya. Jadi Mylea Anti Dandruff Hairceutical Care System adalah variant yang sesuai dengan permasalahan rambutku.

Mengapa aku memilih rangkaian perawatan ini? Apa sih kelebihannya dibandingkan dengan merk yang lain? Dan seperti apa sih kelebihan hair care ini? Yuk simak ceritaku berikut ini.

Mengapa rambut bisa berketombe, gatal, lepek dan rontok?

Nah, yang membuat rambut rontok adalah karena rambut kita dalam keadaan stress. Iyaps, rambut juga bisa stress jika tidak dirawat dengan baik, diperlakukan dengan tidak baik. Apalagi yang biasanya berhijab, karena rambut tertutup jadi perawatan rambut dinomorduakan. Nah inilah yang membuat rambut semakin rusak, tak terkendali.

Stress pada rambut disebabkan oleh banyak faktor yaitu perilaku kita sendiri terhadap rambut kita dan kondisi lingkungan. Contoh stress rambut karena perilaku kita sendiri adalah pewarnaan rambut, pelurusan rambut, alat catok, blow dry dan tindakan lainnya yang dapat menyebabkan kerontokan. Sedangkan penyebab karena lingkungan yaitu seperti terkena terik sinar matahari, terpapar polusi, serta udara kering jika berada dalam ruangan ber-AC.

Oleh sebab itu, kita perlu perawatan rambut yang mampu menangani permasalahan tersebut. Perawatan tersebut merupakan tiga tahap perawatan pada rambut. Mylea hadir menawarkan rangkaian perawatan lengkap agar rambut kita tidak stress, kulit kepala tidak berketombe, gatal, lepek dan berujung pada kerontokan.

Tiga Tahap Melawan Rambut Rontok dengan Mylea Anti Dandruff Hairceutical Care System

Mylea Anti Dandruff Hairceutical Care System adalah rangkaian perawatan rambut rontok yang ditujukan untuk kulit kepala yang gatal, lepek, berketombe dan rontok. Sebagai informasi, Mylea Anti Dandruff Hairceutical Care System diformulasikan tanpa silikon, dikombinasikan dengan vitamin dan nutrisi dari bahan alami yang telah teruji klinis, mengandung ekstrak Bunga Arnika dan piroctone olamine. Silicon free membersihkan pada rambut, maka nutrisi ekstrak bunga Arnika dan piroctone olamine dapat memberikan perawatan dan menjaga kesehatan rambut. Bunga Arnika adalah tumbuhan asli pegunungan Eropa dan Siberia yang bermanfaat untuk mendorong pertumbuhan rambut dan mengurangi ketombe serta rasa gatal akibat ketombe. Mendukung pertumbuhan rambut yang sehat dan menjadi salah satu perawatan rahasia terbaik untuk rambut rontok akibat ketombe. Yang paling penting, mylea anti dandruff hairceutical care system sudah memiliki sertifikasi halal dari MUI. Berikut penjelasan tiga produk rangkaian rambut dari mylea anti dandruff hairceutical care system.




Mylea Anti Dandruff Hair Shampoo

Mylea Anti Dandruff Hair Shampoo merupakan shampoo dengan formula khusus silicon free yang mengandung ekstrak bunga Arnika dan piroctone olamine. Silicon free membersihkan pada rambut, maka nutrisi ekstrak bunga Arnika dan piroctone olamine dapat memberikan perawatan dan menjaga kesehatan rambut.

Mylea Intensive Daily Instant Hair Mask

Mylea Intensive Daily Instant Hair Mask diformulasikan khusus silicon free dan mengandung ekstrak bunga chamomile dan horsetail. Bunga chamomile mempunyai efek anti infamatory yang meredakan dan menyehatkan kulit kepala tanpa membuat kulit berminyak. Horsetail secara alami memperkuat batang rambut dan memberikan nutrisi agar menjdai lebih lentur. Kedua nutrisi ini terkandung dalam Instan Mask yang dapat dengan cepat bekerja dan menyerap ke dalam batang rambut.



Mylea Anti Dandruff Hair Tonic

Mylea Anti Dandruff Hair Tonic diformulasikan khusus mengandung ekstrak bunga Arnika dan piroctone olamine serta zat aktif lainnya yang membantu mengurangi penyebab ketombe serta mengurangi rasa gatal akibat ketombe. Dengan kulit yang sehat, maka rambut akan kuat secara alami.

Lalu bagaimana caranya merawat rambut dengan Mylea Anti Dandruff Hairceutical Care System ini? Yuk simak caranya tahapan demi tahapan.

Tahapan penggunaan Mylea Anti Dandruff Hairceutical Care System

Step 1 – Cleanse dengan Mylea Anti Dandruff Hair Shampoo

Cara pakai : Basahi rambut, gunakan mylea anti dandruff hair shampoo dengan memijat pada rambut secara lembut hingga berbusa. Bilas sampai bersih dan ulangibila diperlukan.

Step 2 – Treatment dengan Mylea Intensive Daily Instant Hair Mask

Cara pakai : Sehabis keramas, gunakan mylea intensive daily instant hair mask dengan memijat lembut secara merata. Diamkan selama 5 menit lalu bilas sampai bersih.

Step 3 – Rest dengan Mylea Anti Dandruff Hair Tonic

Cara pakai : Gunakan mylea anti dandruff hair tonic pada kulit kepala setiap hari atau setelah keramas pada rambut yang telah dikeringkan. Pijat lembut dengan ujung jari selama 3 menit, agar nutrisi dapat diserap dengan cepat oleh akar rambut.

Selama menggunakan rangkaian produk ini, dalam waktu dua minggu. Aku merasa cocok karena aku merasakan manfaatnya langsung pada rambutku. Walaupun rambut rontoknya belum benar-benar teratasi namun rambut yang rontok semakin berkurang, kulit rambut juga tidak terasa gatal lagi dan rambut menjadi harum, tidak lepek dan berketombe. Semua terasa aman dan nyaman. Intinya, aku sangat suka sekali dengan rangkaian ini. Cara pakainya mudah, harganya juga cukup terjangkau dan paling penting bagi hijabers, produk ini sudah ada sertifikasi halalnya dari MUI sehingga membuat hati tenang, aman dan nyaman menggunakan rangkaian mylea anti dandruff hairceutical care system ini. Nah, untuk mendapatkan produk ini juga gampang sekali. Produk dari mylea anti dandruff hairceutical care system sudah tersedia di official store e-commerce seperti Shoppe, Tokopedia, Bukalapak dan toko dbm. Ayo tunggu apalagi? Gunakan mylea anti dandruff hairceutical care system.

Katakan selamat tinggal pada rambut rontok dan ketombe dan selamat datang untuk masa depan yang cemerlang.



 https://shopee.co.id/search?keyword=mylea

Kisah Sebungkus Coklat

Kisah Sebungkus Coklat

Pagi itu, seperti biasa aku berpamitan dengan anak-anak untuk pergi beraktivitas di luar rumah. Aku merasa bersalah karena pulang agak sore pada hari itu. Sabtu, biasanya aku pulang cepat dan bisa bermain dengan anak-anak menikmati akhir pekan namun aku harus mengikuti seminar sampai pukul tiga sore. Untuk menebus rasa bersalah karena Mamaknya pulang sore. Jadi kutawarkan ke anak kedua, Kakak Syifa yang bisa diajak berkomunikasi dengan baik. Si Sulung lagi bersekolah, adik kembar belum bisa mengerti menjawab pertanyaan hehe. "Adek Syifa mau dibawain apa? Mamak hari ini pulang agak sore. 😃" Kakak Syifa sudah menjadi kakak untuk adik kembar namun masih sering dipanggil Adik.

"Adek mau dibelikan coklat Mak, coklat yang di dalamnya ada kacangnya itu. Yang adek sukak"
Jawabnya.

"Oke nak, nanti mamak bawakan. Coklat Silverqueen."

***

Sesampai di seminar ternyata sudah ramai dan aku memilih duduk di tengah barisan. Seminar dimulai pukul 09.00 WIB. Seperti biasa seminar dibuka oleh MC dan rangkaian acara sambutan serta acara menarik lainnya. Dan tibalah di suatu momen di mana aku bisa mendapatkan sebungkus coklat ini karena menjawab sebuah pertanyaan yang sebelumnya aku sudah tahu tetapi karena mendadak, dan tidak menyangka sebelumnya jadi ada yang lupa sedikit heheh. Walau tidak benar 100% namun coklatnya tetap diberikan. Terima kasih Pak. 😁🤭

Dari coklat ini, aku belajar bahwa KEBAIKAN itu sifatnya akan ESTAFET. Itulah yang dinamakan ESTAFET KEBAIKAN. Kita mulai dengan niat baik, disambut dengan kebaikan dan kebaikan itu akan dilanjutkan lagi menjadi sebuah kebaikan baru.

Sesampainya di rumah. Coklat itu kuberikan kepada Syifa, walaupun Syifa yang pesan coklat tetapi dia mau berbagi coklat itu untuk Kakak dan adik kembarnya. Dan anak-anak  bisa merasa senang dengan menikmati sebungkus coklat tadi. 🥰

Medan, 12 Agustus 2023. Seminar bersama Bu Itje Chodidjah 

Menulis Kembali

Sudah lama sekali aku tidak menulis apapun. Hanya kata-kata singkat di media sosial saja. Setelah menjadi Ibu, aku jarang sekali menuangkan ide-ide. Hari ini aku mencoba kembali menuangkan kata-kata walaupun harus belajar kembali dari awal. Semoga tetap semangat. 

Blok Gading, 14052026

Rabu, 23 Agustus 2023

SEBUAH NAMA UNTUKKU Part 1




SEBUAH NAMA UNTUKKU (1)

Aku terlahir dari sepasang orang tua yang baik. Ibuku bernama Siti Khadijah Semel, perempuan berdarah Minang, Melayu dan Jawa ini adalah perempuan yang lembut, sabar, baik , jarang marah dan tentunya pintar sekali memasak. Sedangkan Ayahku yang memiliki nama Bakri Imran. Lelaki asli berdarah Banjar, tepatnya Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Orangtuaku menikah pada tanggal 6 Maret 1983. Menurut  cerita mereka, sebelum menikah mereka mempunyai teman dekat masing-masing. Ibuku punya teman dekat lelaki berdarah Minang yang berasal dari keluarga mampu dan sangat terpandang sedangkan Ayah yang terkenal kegantengannya, humoris dan baik, banyak sekali perempuan yang menyukainya. Tetapi masing-masing tak mempunyai komitmen hanya sekedar teman dekat. Menurut mereka, dekat dengan lawan jenis pada zaman dahulu itu sangan elegan, melalui surat, berkirim salam dengan orang lain. Tak berani pergi kemanapun berdua. Apatah lagi saling menyentuh, begitulah ujar Ibu. Akan tetapi, Sekarang jika kita dekat dengan seorang   terutama lawan jenis, kebanyakan sangatlah melebihi batas. Trendnya sekarang dikatakan pacaran. Menyentuh kulit secara bebas, mencium sana-sini padahal belum tentu jadi suami ataupun istri. Bahkan yang parahnya sampai berzina, na’udzubillaahimindzalik.

Ayah dan Ibu bertemu langsung di rumah Ibu. Ibu adalah anak perempuan satu-satunya dari tiga bersaudara dikeluarganya.  Ibu anak kedua. Di saat  umurnya masih dua tahun, Ibu sudah menjadi piatu karena Nenek meninggal setelah melahirkan adik laki-lakinya. Itu merupakan masa tersulit yang harus dialami kelurga Semel (nama Kakekku). Dengan keputusan yang paling berat, Kakek menyerahkan anak lelakinya yang masih bayi dengan keluarga dekat kami, sepasang suami istri yang baru memiliki satu anak perempuan. Kakek yakin, anak lelakinya bila diasuh perempuan yang bersuamikan ustadz, anaknya akan tumbuh menjadi anak yang shaleh dan sukses. Karena mengurus bayi pastilah butuh tangan seorang Ibu. Kakek juga tak perlu khawatir, karena kapanpun ia ingin melihat anaknya, ia pun bisa melakukannya. Walaupun ia menyerahkan anak bungsunya itu, tetapi ia tetap akan dipanggil Ayah. Kakek mengasuh dan membesarkan kedua anaknya. Anak laki-laki pertamanya dan Ibu sendiri dengan kasih sayang. Keduanya tumbuh menjadi anak-anak yang baik. Kakek tidak pernah menikah lagi sepeninggal Nenek, padahal menikah lagi banyak dilakukan oleh laki-laki yang kehilangan istri. Namun, tidak begitu bagi kakek, 20 tahun dia mengasuh anak-anaknya sendiri dan setia dengan Nenek. Ketika Ibuku berusia 22 tahun. Kakekpun pergi untuk selama-lamanya. Hembusan nafas terakhir yang disaksikan Ibu, sangat memilukan. Bagi Ibu, kakek adalah Ayah dan Ibunya selama ini. Karena kakek juga mengurusi mereka, memasakkan mereka setiap hari dari kecil dahulu. Kepergian kakek sangat meyedihkan. Namun kesedihan itu tak boleh larut.

Selepas meninggalnya Kakek, Ibu tinggal bersama Abangnya. Kemudian, dua orang sepupu laki-lakinya juga tinggal bersama di rumah sederhana Kakek. Kakek yang meninggalkan warisan berupa sawah dan ladang yang luas. Jadilah Abang beradik ini mengolah sawah dan ladang setelah Kakek meninggal. Sementara adik lelaki paling kecilnya, tumbuh menjadi orang yang berpendidikan. Dan bekerja menjadi PNS di Departemen Tenaga Kerja. Walau sudah menjadi orang sukses, adiknya tak pernah lupa akan Abang dan Kakaknya. Karena 
Pamanku itu sering mengunjungi mereka di rumah Ayahnya.

***

Tuhanlah yang menggerakkan langkah kemanapun tempat yang akan dituju. Hari ini Ayah berencana bersilaturahim ke rumah seorang Abang yang dianggapnya seperti saudaranya sendiri. Abang itu bernama Harun. Kebetulan Pak Harun bertetangga dengan Ibuku, hanya berjarak 5 rumah saja. Pak Harun dan Ayah sering bertukar fikiran dan mengobrol tentang apapun. Ntah mengapa, obrolan mereka sampai pada bahasan tentang Jodoh. Memilih wanita untuk dijadikan istri. Pak Harun langsung bercerita tentang Ibuku. “Di daerah ini, ada seorang perempuan yang manis. Baik akhlaknya dan pintar sekali memasak. Namun dia sudah yatim piatu dan tinggal bersama seorang abang kandung dan  dua orang sepupu laki-lakinya. Dia dari keluarga yang baik-baik di daerah ini. Jika kau ingin melihat gadis itu, bertamulah ke rumahnya. Manatahu jodoh, aku sangat mendukung tentang itu” Pak Harun mengatakan sambil tertawa lepas.

Entah mengapa, Ayah begitu penasaran dengan gadis yang diceritan Bang Harun. Keesokan harinya ia kembali mengunjungi Bang Harun. Secara gentlemen (hehhee), Ayah datang ke rumah Ibu sendiri tanpa ditemani siapapun. Ayah disambut oleh seorang laki-laki, sepupu Ibu dengan ramah,  Sepupu Ibu mempersilahkan Ayah masuk dan duduk di kursi yang terbuat dari kayu Jepara. Ibu yang tak pernah tahu sebenarnya apa maksud kedatangan Ayah waktu itu, sebagai perempuan satu-satunya di rumah , Ia selalu melayani siapapun tamu yang datang ke rumah. Ibu cerita padaku, bahwa saat itu. Ia menganggap Ayah adalah teman sepupunya. Ibu membuat dua gelas teh manis panas dan sepiring pisang goreng dan menghidangkan di atas meja ruang tamu. Momen meletakkan teh manis panas inilah, awal pertama Ayah menatap Ibu. Dan, begitulah Tuhan mengatur. Ayah langsung menyukai Ibu, ketika pertama kali memandang. Sedangkan Ibu, Pertama berjumpa Ayah, perasaan Ibu biasa-biasa saja. Karena sudah biasa dikelilingi oleh laki-laki, baik abang ataupun sepupunya. Ibu tidak pernah risih jika bertemu dengan laki-laki yang dikenalnya apalagi salah tingkah dan malu-malu. Namun, kata Ibu. Ibu menganggap bahwa Ayah termasuk lelaki yang tampan yang datang ke rumahnya. “Lelaki itu, Ayahmu punya kulit yang putih bersih” Ujar Ibu padaku.
Rasa suka sudah mulai bersemayam di hati Ayah. Kemudian terbesit untuk mengenal Ibu lebih jauh lagi. Ibu juga mengenal Ayah sebagai laki-laki yang sopan, baik dan humoris. Pintar mengobrol. Ayah tidak langsung mendekati Ibu akan tetapi ia lebih dahulu mendekati keluarganya, Abang-abangnya. Kemudian mulai mengajak Ibu ngobrol, bercerita tentang apa saja. Tiga bulan, Ayah melakukan itu. Mendekati Ibu dan keluarganya. Ayah yang ramah dan pintar membawa diri. Diterima keluarga Ibu dengan baik dan menjadi teman bagi anggota keluarga Ibu. Sampai akhirnya, Pak Harun datang ke rumah Ibu dan menyampaikan niat Ayahku untuk meminang Ibu dan dijadikan sebagai istri. Pak Harun mengenal keluarga Ayah. Pak Harun juga mengatakan bahwa Ayah adalah laki-laki yang baik. Karena wali Ibu adalah Abangnya sendiri, Abangnya, Paman, Bibi dan keluaga yang dituakan menyerahkan keputusan itu sepenuhnya kepada Ibu. Walau saat ini, sebenarnya Ibu mempunyai teman dekat tetapi teman dekatnya belum berniat untuk melamarnya. Ibu sempat bingung juga. Di satu sisi dia juga menganggap Ayah adalah laki-laki yang baik. Sangat diterima oleh keluarga besarnya dan memiliki wajah yang tampan (hehhe). Dan perkenalannya selama tiga bulan ini, sudah cukup baginya untuk menilai Ayah, Ayah lelaki yang baik dimatanya.

Ibu sempat bingung, apa yang harus ia lakukan, namun ada seorang Mak Cik dari keluarga Ayahnya (adik kandung kakek), mengatakan bahwa “Apalagi yang kau ragukan jikalau ada lelaki baik yang berniat tulus untuk menjadikanmu istri, dia yang pertama. Amat pantang, menolak laki-laki baik anakku. Semoga Tuhan akan memberkahi keluargamu kelak. Itu doa Mak Cik untukmu. Jikalau engkau bersedia menerima pinangannya”. Perkataan itu juga menguatkan Ibu, untuk menerima niat baik Ayah. Ya, Tuhan punya rencana untuk Ibu dan Ayahku dimasa datang.

Keluarga besar Ayahpun datang ke rumah Ibu. Mereka Jauh-jauh datang dari Kisaran (Kebetulan keluarga Ayah sudah tiga generasi tinggal di Kisaran, merantau dari Kalimantan. Walau sampai saat ini keluarga besarnya masih banyak sekali yang tinggal di Kalimantan). Ayah, juga sudah menjadi yatim sama seperti Ibu. Ditinggal Ayahnya, sejak masih usia belasan tahun. Beruntung, Ayah punya banyak saudara dan Ibu yang tangguh, nenekku. Kedua pihak keluargapun menyepakati pada tanggal 6 Maret 1983 dijadikan sebagai hari pernikahan Ayah dan Ibu.

***

Tanggal 6 Maret 1983, merupakan hari bersejarah bagi Ayah dan Ibu. Setelah Akad, Ibu pun sangat mencintai Ayah. Begitupun Ayah yang memang dari awal sudah mencintai Ibu dari pertama kali ia menatap Ibu, akhirnya ia bisa memperistri perempuan manis itu dengan cara yang baik. Syukurnya kepada Rabb.

Pada tahun 1984, Ibu melahirkan anak pertamanya. Seorang perempuan cantik, Ialah kakakku. Beberapa tahun kemudian. Ibu melahirkan Aku, putri kecil yang mungil, berkulit putih sama seperti Ayah dan punya hidung yang bangir. Kata Ibu, ketika aku lahir. Ayah memperoleh rezeki yang berlimpah. Masa itu adalah masa-masa dimana Ayah dan Ibu  bisa menabung dan berencana membuat rumah sederhana di depan rumah Kakek. Semenjak aku di kandungan. Ibu mempunyai kesempatan memeriksakan kandungannya secara gratis di rumah sakit yang merupakan mitra perusahaan Ayah. Di rumah sakit ini, Ibu bertemu dengan seorang dokter kandungan yang berdarah Jepang. Dokternya sangat baik. Waktu aku kecil dahulu, Ibu sering bercerita tentang dokter yang baik ini. Pertama sekali juga aku mengenal Negara Jepang dari cerita Ibu. Makanya dari kecil sampai sekarang aku sangat menyukai Jepang hehhe. Kebudayannya yang unik, membuat aku tertarik.

Dan, Tentang sebuah nama untukku….

Kata Ibu, aku lahir tepatnya pada bulan maulid. Ayah dan Ibu sempat bingung juga, nama apa yang harus diberikan kepada putri kecilnya ini. Ayah dan Ibu sempat membuat beberapa daftar nama. Walau begitu, entah mengapa belum ada satu namapun yang pas di hati mereka. Ibu bilang ada beberapa nama yang masuk ke dalam daftar pilihan nama. Adapun beberapa nama itu adalah:
1. Maulidyana, karena aku lahir di bulan Maulid.
2. Maulidyani, karena aku lahir di bulan Maulid hanya beda huruf i dengan nama pertama.
3. Maulia, karena Ibu suka dengan nama ini.
4. Khairiyah, karena aku lahir di bulan yang baik.
5. Muliani, karena aku lahir di bulan mulia yakni bulan dimana Rasulullaah dilahirkan.
6. Keiko, karena sempat ditangani oleh dokter Jepang yang artinya Suatu Pujian.
7. Putri, karena aku lahir di Rumah Sakit Putri Hijau, Medan. Putri adalah nama yang paling banyak disematkan bagi anak-anak perempuan di Indonesia hehhe.

***

Tibalah hari aqiqahan, penabalan nama untukku. Ayah dan Ibu masih bingung nama apa yang mereka harus pilih, padahal pemberian nama Kakakku tidak sesulit ini.  “Sudahlah, kita lihat nanti nama mana yang kita pilih dan kita sebutkan pertama kali Bang” ujar Ibu kepada Ayah. Saudara banyak yang hadir di acara aqiqahan. Om, tante, paman, bibi, uwak dan banyak saudara lainnya, saudara dekat kami hadir di acara aqiqahanku. Sampai detik-detik penabalan namaku pun Ibu masih bingung ckckkc. Akhirnya, ada seorang Abang sepupu Ibu, Uwakku yang terkenal shalih. Wak Sayuti namanya, bertanya “Siapa nama yang akan diberikan kepada anak perempuanmu ini?”. Ibupun menjawab “entahlah Bah (Ibu memanggilnya dengan sebutan Abah). Kami bingung memberi nama untuk anak kami ini”. Dengan tersenyum, ia melihatku. Bayi kecil putih yang baru berumur dalam hitungan hari itu. “Sudahlah, beri saja ia nama “Maysarah”. Abah kira nama itu, cocok untuknya. Semoga ia menjadi anak cerdas dan sabar” Entah angin darimana Ayah dan Ibu langsung klik dengan nama itu. Mereka berdua melupakan 7 daftar nama yang telah mereka buat. Nama yang dipilih, menjelang detik-detik penabalan nama oleh ustdaz. Dihadapan ustadz, sambil menggendongku dan didampingi oleh Ibu. Dengan mantab, Ayah menjawab pertanyaan ustadz “Siapa nama yang akan diberikan untuk putrimu?”…”Maysarah Binti Bakri ustadz”.

***
Sampai saat ini, nama itu belum mengalami perubahan sedikitpun. Maysarah Bakri anak Ayah dan Ibu. Nama yang membuatkua mempunyai nama panggilan yang lumayan banyak. Orang memanggilku dengan sapaan Sarah, May, Memey, Mey, Maysa, Ra, Sa, Sar (ini karena ada penyakit SARS yang melanda China pada waktu itu) dan teman-teman kuliahku memanggilku dengan sapaan “teteh” karena rada mirip dengan istri Aa Gym (hahha, ga bener banget yang ini). Apapun sapaannya, diantara itu aku paling suka dipanggil dengan nama “Sarah”. Alhamdulillaah semenjak kecil banyak sekali prestasi yang diraih. Aku selalu membahagiakan Ayah dan Ibu karena waktu SD dari kelas 1 sampai kelas 6, selalu mempersembahkan juara I. Begitu juga SMP selalu mempersembahkan 3 besar dan ketika melanjutkan SMA favorit di Kota Medan dan berkumpul dengan anak-anak cerdas, aku hanya bisa mempersembahkan ranking 10 besar. Namun, alhamdulillaah ketika aku lulus di Perguruan Tinggi Nasional, Universitas Sumatera Utara. Selama kuliah, aku dibiayai oleh Universitas karena memperoleh prestasi dan bisa selalu mempertahankan IPK di atas 3,00. Dan menjelang tugas akhir dan skripsi, aku juga memperoleh Beasiswa Research dari Tropical Rain Forest Coffee Team Taiwan 2008-2009. Sepeserpun aku tidak mengeluarkan biaya untuk penelitianku. Beasiswa yang diberikan, bahkan lebih karena mereka memberi dalam hitungan US Dollar. Dan hal itu sangat membahagiakan orang tuaku, karena kami adalah keluarga yang sangat sederhana.

Setelah wisuda aku masih bekerja di Laboratorium Mikrobiologi USU, sebagai asisten Laboratorium dan mengajar privat sambil berdagang kecil-kecilan. Ketika masih menjadi asisten Lab, aku direkomendasikan untuk mengajar di salah satu sekolah swasta di Medan. Sekolah multi etnis. Padahal waktu pertama sekali ditawari menjadi pendidik, aku menolak. Namun Ibu, mengatakan ambilah kesempatan Itu. Karena menjadi Guru adalah pekerjaan yang mulia. Aku sangat penurut dengan Ibu, akhirnya kuterima juga tawaran itu padahal sudah beberapa kali istikharah keputusan juga tidak mantab, hati tetap menolak menjadi guru. Namun, berkat doa orangtua terutama Ibu, Guru adalah pekerjaan yang sangat aku jiwai saat ini. Sampai sekarang, aku sangat menikmati pekerjaanku menjadi seorang pendidik. Bertemu dengan anak-anak yang mempunyai sepasang bola mata yang bening-bening, polos dan menenangkan. Keinginanku untuk menjadi Peneliti, laboran di salah satu Lembaga Penelitian hari ini belum terwujud. Aku beberapa kali gagal tes mengikuti di beberapa Lembaga Penelitian, BPOM, PPKS, LIPI dan lain-lain. Niatku, untuk mengikuti S2  juga harus berhenti sejenak, karena Ibu tidak memberiku izin sebelum aku menikah. Lagi-lagi, aku menuruti perkataan Ibu, aku tahu semua yang dikatakan Ibu pasti baik untuk kebaikan ku. Yakinlah, Orangtua adalah sumber ketenangan dalam hidup ini. Jika kita memuliakannya, Allaah juga selalu memperhatikan kita. I am Happy Today :)

Dan tentang sebuah nama untukku, Maysarah Bakri. Semoga aku bisa membawa nama ini untuk kebaikan sampai akhir hayatku kelak. Aamiin….
Medan, 18 September 2012
-Maysarah Bakri-


Sabtu, 16 April 2022

Cerita Deona


Cerita Deona
Karya: Maysarah Bakri

Kemarin, engkau cerita tentang Deona
Berfajar;
mengikat sejajar
Bertuah terpatri, mengiringi sendi-sendi tua membabi buta.
Tak pantas menyeruak
Selepas, tangguh beredar!
Sepintas itu lalu, menjamah berupa buih di pantaian lepas di kepulauan Sembah.

Adek Syifa Jatuh Dari Tangga

Hari ini diuji kembali tentang "S.A.B.A.R" Kakak Sofia dan Adik Syifa seperti biasa bermain bersama di dalam kamar. Ntah macam-macam permainan yang mereka lakukan. Dari yang mengobrak-abrik meja rias, isi lemari, mewarnai, tulis menulis, banyak lagi kegiatan yang mereka sukai dan yang paling kesal kalau sudah bermain bedak. Berhamburan, isi bedak dalam botol besar habis dalam hitungan menit. Bukan hanya 1 namun beberapa. Sekali, dua, tiga kali sudah diingatkan namun karena hari ini begitu lelah karena kembar agak rewel aku tertidur tidak nyenyak. Aku beranjak ke kamar dan kulihat semua sudah berserakan. Aku menghela nafas dan langsung berbicara dengan nada tinggi. Sofia dan Syifa terdiam dan mengakui kesalahannya. Semuanya dirapikan dan mereka pergi meninggalkan kamar dan beranjak ke ruko. Selang beberapa menit, suara tangis pecah. Syifa jatuh dari tangga ruko. Pelipisnya berdarah. Aku lemas melihatnya. Dia menangis kesakitan. Segera kami memanggil bidan terdekat dan diapun mengobatinya. Alhamdulillaah darahnya berhenti. Segera Syifa minta diayun dan dia minta aku membuatkan susu. Syifa pun terlelap tidur setelah menghabiskan susunya. Ya Allah, ampunkanlah dosaku jika aku belum bisa menjadi Mamak yang sempurna. Masih kadang belum bisa sabar dalam menghadapi titipanMu ya Allah. Bimbing aku selalu menjadi Orang tua yang baik. 🥰

Blok Gading, 16 April 2022. Pukul 12:30 WIB.

Jumat, 23 Januari 2015

FROM SARAHIFTINANDYABAKRI TO SARAHGRAFI

Hari ini aku mengubah nama blogku menjadi sarahgrafi. Sarahgrafi menjadi sebuah persinggahan dimana blog ini berisi tulisan tentang secarik kehidupanku. Berbagai peristiwa ingin kutuliskan dalam bait-bait kalimat di sarahgrafi kelak. Semoga semakin semangta menulis lagi. Blog ini sudah lama kuabaikan. Tanggal 20 Januari 2015 lalu, tepat 7 bulan usia kehamilanku. Tetiba aku ingin menggerakkan jemari lagi. Aku ingin menulis lagi, walau aku harus belajar untuk menjadi penulis yang baik hehehe. Setidaknya walau tidak ada yang membaca namun menulis membuat diriku senang dan bahagia :)

Serasa Tanpa Presiden

Baru kali ini, saya merasakan seolah-olah negara tempat tinggal saya tanpa presiden. Entahlah, perasaan baru dari seorang yang tidak atau jarang memantau dunia perpolitikan di Indonesia. Saya berharap negeri ini akan diberkahi suatu hari dan memiliki pemipin yang baik, adil dan bisa membuat Indonesia makmur.

Selasa, 05 Agustus 2014

RUH BARU DALAM RAHIMKU

Semuanya begitu cepat. Allaah Maha Berkehendak. Selesai walimahan di hari ahad tanggal 8 Juni, lima hari tepatnya hari Jum'at tanggal 13 Juni aku pindah ke rumah suami. Dan dalam berpindah rumah aku juga kedatangan bulan. Hari Selasanya, aku dan suami pergi ke kampung suami, berdua saja. Seminggu berada di kampung merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan sekali. Sekembali dari kampung aku sudah merasakan hal lain dari tubuhku. Mudah lelah dan tepatnya tanggal 13 Juli aku sudah terlambat haid dan membuatku semakin yakin kalau aku hamil. Tanggal 99, suami membelikan tes pack untuk mengecek kehamilanku. Alhamdulillaak esok pagi aku cek, alhamdulillaah ternyata dua garis dan menyatakan positif hamil. Alhamdulillaah aku bersyukur ke Allaah sekarang ada calon bayi yang akan berkembang di rahimku. semoga semuanya sehat dan ia lahir menjadi penyejuk jiwa kami dan bagi semua orang.  Suamiku juga sangat senang sekali. Kata pertama yang ia ucapkan ketika melihat dua garis itu adalah "Alhamdulillaah" berkah Ramadhan tahun ini luar biasa sekali. syukur kami padaMu ya Rabb :(

Setelah itu, kami berdua sibuk mencari dokter kandungan terdekat. Semua RS dihubungi dan akhirnya kami memutuskan ke Klinik Spesialis Bunda dari RS Permata Bunda. Tanggal 22 Juli hari selasa, aku dan suami memeriksakan kandunganku. KAli ini aku ditangani oleh dr Riza Rivany, SPOG. Dokternya baik dan dia mengucapkan selamat atas kehamilanku terlihat setelah dicek di USG. "Sarah kamu tidak sakit, kamu hamil dan kamu harus happy terus agar janin di rahim kamu berkembang dengan baik" ucapknya sambil tersenyum.

Ruh baru dalam rahim IBU. Semoga engkau sehat-sehat selalu sampai partus dan menjadi penyejuk hati, jiwa bagi sesiapun yang mengenalmu kelak. Jika engkau laki-laki semoga engkaun menjadi anak yang shaleh dan jika engkau perempuan semoga menjadi anaka yang shalehah. Aamiin....:)

LELAKI TEDUH

Lelaki teduh yang punya perhatian penuh.
Lelaki teduh yang mampu bercerita embun.
Datangmu bukan asal cerita dan bukan pada asal doa-doa.       
Ya Allaah peluklah lelaki teduhku slalu
dalam detik
sepanjang masa di bumi
untuk membukakan satu pintu untukku
di syurga nanti.

Sabtu, 3 Agustus 2014 18:46

Sabtu, 02 Agustus 2014

BANGUN CINTA DI JUNI

Semuanya begitu cepat. Dari tahun lalu aku memang sudah berniat menikah di bulan Juni. Padahal waktu itu aku belum tahu siapa lelaki yang akan datang mengkhitbahku, alhamdulillaah itu semua menjadi kenyataan. Tepatnya bulan Februari ini, lelaki teduh itu datang. Melalui proses Murabbi dan keluarga semuanya berjalan dengan lancar. Bulan Februari merisik, bulan Mei hantaran dan Bulan Juni tepatnya tanggal 6 bulan 6, hari Jumat akad pun dengan hikmat terlaksana. mistaqan ghalizan Ahad, tanggal 8 nya berlangsung walimatul 'urs. Acara yang sederhana semoga Allaah meridhoi dan berkekalan sampai ke jannahNya. Aamiin ya Allaah :)

ANEKA MASAKAN RAMADHAN 2014


Senin, 05 Mei 2014

DUA MEI

Ketika pagi harus pergi dalam hujan.
Menembusnya demi sebuah berdiri
Mengikuti peringatan tentang "pendidikan"
Badan meriam, virus menyebar dalam tubuh
peluh keluar dari pori-pori yang dingin
Namun, inilah belajar ketulusan.

Lepas itu, kami membuat janji baru
Dalam papan-papan rumah
bersekat dinding biru
Dalam remah kue berasa kapucino dan buliran coklat meises

Dalam peluh, kami masih bisa tertawa.
Menyanyikan lagu yang hanya dia dan aku yang bisa mendengar.
Menjelang maghrib, menghormati senja
Dalam dzikir memuliakanNya.
Nikmat manakah yang engkau dustakan?

Medan 5 Mei, Senin 2014 untuk mengenang DUA MEI

Kamis, 01 Mei 2014

ATLETICO PUN KE FINAL

Chelsea harus mengakui keunggulan Atletico Madrid setelah menyerah dengan skor 3-1 untuk Atletico. Sempat unggul di babak pertama namun Atletico unggul menjadi 3-1 setelah mendapatkan hadiah penalti di babak ke dua. Atletico akan bertanding di final dengan tim senegaranya Real Madrid.

Rabu, 30 April 2014

KATAKAN YA, UNTUK BANDA ACEH

“Bungong jeumpa, bungong jeumpa meugah di aceh …
Bungong teuleubeh-teuleubeh indah lagoina
Bungong jeumpa, bungong jeumpa meugah di aceh …
Bungong teuleubeh-teuleubeh indah lagoina

Puteh kuneng , meujampu mirah
Bungong si ulah indah lagoina
Puteh kuneng , meujampu mirah
Bungong si ulah indah lagoina

Lam sinar buleun, lam sinar buleun angen peu ayon ...
Duroh meususon , meususon yang mala mala
Mangat that mubee , meunyo tatem com
Leumpah that harom si bungong jeuma
Mangat that mubee , meunyo tatem com
Leumpah that harom si bungong jeuma”

Senandung lagu itu masih terngiang di telingaku sampai sekarang. Pertama sekali lagu itu kudengar dinyanyikan oleh teman sebangkuku di MTs tahun 2002 silam, Maulidyana. Diana, begitulah aku memanggilnya. “Kau tahu Sarah? Aceh itu sangat indah. Walaupun aku terlahir sebagai orang Jawa. Aku begitu mencintai Aceh. Kami sekeluarga harus meninggalkan Aceh dan akhirnya menetap di kota ini, kembali ke Medan. Padahal di Aceh kami sudah hidup lumayan, serba kecukupan namun apa daya. Kami diusir meninggalkan tanah yang indah itu. Aku masih ingat betul, bagaimana bunyi suara senapan dan orang yang berteriak ketakutan, termasuk aku. Aku, kakak, adik dan kedua orangtuaku berlari ke tempat yang lebih aman untuk menghindari GAM. Nanti, kalau Aceh sudah aman seperti semula aku kenal, kami berjanji akan ke sana lagi. Sarah harus pergi ke sana dan melihat bagaimana Aceh ya.” Cerita Diana sambil meneteskan air mata di bangku sekolah dalam kelas.

Aceh, dahulu aku mengenalnya sebagai Daerah Istimewa Aceh. DI Aceh dengan ibukota Banda Aceh. Namun, namanya berubah menjadi Nangroe Aceh Darussalam pada tahun 1999-2001. Pada tahun 2001 berubah nama lagi menjadi Aceh sampai sekarang. Aku banyak mengetahui Aceh dari cerita Diana, temen sebangkuku waktu duduk di kelas 1 MTs. Diana sendiri sekarang menetap di kota Medan bersama suami. Dari lama, aku ingin sekali pergi ke Aceh namun keinginan itu harus tertunda bertahun-tahun. Sampai akhirnya, Februari  tahun 2014 ini. Aku bisa menjejak juga di bumi Darussalam. "Diana, akhirnya aku bisa ke Aceh." ujarku dalam hati.

Aku dan tiga orang temanku pergi ke Aceh dengan menggunakan Bus Simpati STAR dari kota Medan. Kami berangkat tanggal 29 februari pukul 20.00 WIB. Dengan harga tiket 150 rupiah. Supir bus pun berjanji akan mengantarkan kami sampai ke Pelabuhan Ulee Lheue. Karena rencana dari awal kami adalah Sabang maka kami langsung menuju ke Pelabuhan untuk menyebrang tanpa jalan-jalan mengelilingi kota Banda Aceh terlebih dahulu. Kami akan mengelilingi kota Banda Aceh selepas dari Sabang.

Mentari mulai terbit, langit Aceh bercahaya dan hangat. Pukul setengah delapan pagi kamipun sampai di Banda Aceh. Kota itu terlihat begitu teduh dan cantik. Anak-anak sekolah sudah mulai berpakaian rapi, para pekerja sudah sibuk memenuhi jalan agar cepat-cepat sampai di kantornya masing-masing. Cerita Diana benar, bahwa Aceh sungguhlah indah. Kami hanya melewati kota ini sejenak, belum bisa bercengkrama lebih erat lagi, karena tujuan kami adalah langsung ke pelabuhan Ulee Lheue. Sesampainya di pelabuhan, aku segera menuju loket untuk membeli tiket kapal. Di  ruang tunggu pelabuhan, kami tak sengaja di sapa salah seorang bapak dengan seranggam dinasnya. "Mau ke Sabang" tanyanya. "Iya Pak, jawabku" Dia memperkenalkan diri sebagai kepala Pelabuhan Ulee Lheue tanpa dimintai keterangan, beliau menjelaskan sejarah pelabuhan ini dan jadwal keberangkatan kapal. Aku membeli tiket kapal express dengan jadwal keberangkatan pukul 9.30 WIB dan sampai di Sabang pukul 10.15 WIB. Sebelum berangkat, aku dan teman-teman membeli nasi dengan lauk ayam di kantin dekat pelabuhan untuk sarapan. Selesai sarapan, kamipun bersiap-siap untuk menyebrang ke pulau Sabang.


 Pelabuhan Ulee Lheue

Mengobrol bersama Pak Ampon (Kepala Pelabuhan Ulee Lheue)

Di kapal, aku melihat hamparan air laut yang biru. Sangat indah sekali, sinar mentari mengenai air laut ibarat permata yang bercahaya. Ini Aceh, tempat yang sangat indah sekali dan tetiba senandung lagu bungong jeumpa dari Diana mengalun kudengar di telinga. Ya, aku meneteskan air mata. “Akhirnya, aku sampai di sini Diana. Di negeri indah yang engkau ceritakan” batinku.

Pukul 10.15 WIB, kamipun sampai di Sabang. Kami belum tahu harus menuju ke mana. Menurut cerita seorang teman di dekat pelabuhan ini akan banyak jasa mobil carteran yang akan membawa kita kemanapun di Sabang ini. Setelah berjalan meninggalkan pelabuhan. Ada seorang bapak, pak Bidin namanya menawarkan mobilnya untuk kami sewa. Entah mengapa tak lama kemudian dengan tawar menawar sebentar, akhirnya kami memilih pak Bidin sebagai supir kami selama di Sabang. Pak Bidin membawa kami ke penginapan di tengah kota Sabang. Selain menjadi supir ternyata dia menjadi guide kami selama di perjalanan ini. Ibarat seorang Ayah yang menjelaskan kepada anak-anaknya yang mempunyai rasa ingin tahu pada kota ini. Setelah menemukan penginapan yang nyaman, kamipun istirahat sebentar. Pak Bidin berjanji kepada kami, jam 2 siang beliau akan datang kembali untuk membawa kami keliling Sabang. Jam 2 tepat kami dan Pak Bidin mengelilingi kota Sabang dengan pantai-pantainya yang sangat indah sekali dan danau-danau yang cantik. Dari Pantai Sumut Tiga, Pantai Kasih, Pantai Tapak Gajah dan pantai-pantai lainnya yang sangat indah sekali. Setelah mengitari pantai, kamipun ingin melihat sunset di Pantai Anoi Itam. Selesai melihat sunset, kamipun bergegas menuju penginapan kembali untuk menunaikan shalat Maghrib dan bersih-bersih. Pada malam harinya, aku dan teman-teman pergi ke kota untuk melihat suasana kota di malam hari. Pak Bidin sendiri berjanji akan membawa kami jalan-jalan mengeliling Sabang lagi keesokan harinya. Jam 7 pagi, ia berjanji akan datang kembali ke penginapan.
 Pantai Sumur Tiga

 Pantai Sumur Tiga dengan Batu Karangnya

 Pantai di Gua Jepang



Jam 07.00 WIB, Pak Bidin membawa kami ke titik 0 km Indonesia. Sebelum sampai ke titik 0 km, Pak Bidin membawa kami ke Pantai Gapang. Pantainya sangat indah sekali dengan hamparan pasir putih, air laut yang hijau tosca dan pohon-pohon kelapa yang nyiur melambai. Setelah puas bermain ombak di Pantai Gapang, pak Bidin membawa kami ke titik 0 km. Di titik km ini, kami bisa memfoto dengan latar belakang samudera Hindia yang sangat dalam dan luas. Di titik 0 km ini, selesai puas berfoto kami menyempatkan memakan kelapa bakar dan pisang goreng yang enak sekali.  Setelah makan, dari titik 0 km kemudian pak Bidin akan membawa kami ke pantai iboih. Melewati jalan yang agak mendaki dan terdapat hutan di kanan kiri jalan kamipun menuju Iboih. Sesampainya di sana. Kamipun berencana menyebrang ke Pulau Rubiah untuk snorkeling. Dengan menyewa kapal, kamipun meninggalkan pantai Iboih untuk menuju Pulau Rubiah. Sesampainya di Pulau Rubiah, kamipun bersegera menggunakan peralatan menyelam yang kami sewa di pantai Iboih tadi. Bermain dengan ikan-ikan yang cantik adalah pengalaman yang sangat luar biasa. Inilah sepotong syurga di Indonesia dan terletak di bumi Aceh. Aceh sangat  indah sekali.  Setelah puas bersnorkeling, kamipun bergegas kembali ke Pantai Iboih dan kembali ke penginapan. Sesampainya di penginapan, kamipun beristirahat. Selepas shalat Isya kamipun pergi ke kota untuk mencicipi kuliner khas kota Sabang. Dari sate gurita, bebek bireun dan makanan lainnya. Selesai puas berwisata kuliner, kamipun bergegas ke penginapan. Malam ini adalah malam terakhir di Sabang dan esok pagi kami akan kembali menuju kota Banda Aceh.

Pantai Iboih 




Pukul 07.00 WIB, kami check out dari penginapan dan pak Bidin membawa kami menuju pelabuhan untuk meninggalkan Sabang. Sebelum meninggalkan kota yang indah ini, kami berpamitan kepada pak Bidin yang sudah seperti Ayah angkat bagi kami. Sedih rasanya untuk meninggalkan kota ini, aku berjanji aku akan kembali lagi ke kota yang penuh pesona ini. Kamipun menuju kapal yang besar dan siap-siap berlayar menuju Pelabuhan Ulee Lheue kembali untuk jalan-jalan di kota Banda Aceh. Di atas kapal. Aku sangat menikmati laut yang bersinar terkena cahaya matahari yang bergerak semu semakin meninggi. Sekitar Jam 11.00 WIB, kami sampai di Pelabuhan Ulee Lheue. Dari Pelabuhan Ulee Lheue, kami sudah menyewa mobil untuk membawa kami mengitari kota Banda Aceh, kota Madani. Kami harus memanfaatkan 8 jam tersisa karena malam ini  juga kami akan pulang ke kota Medan.


                                                                  Fajar di Banda Aceh

Sebelum mengitari kota Banda Aceh, kami mampir ke rumah makan khas aceh untuk makan siang. Gulai kepala ikan dan Pliek U adalah makanan khas yang mempunya cita rasa tinggi. Selain itu kami juga memesan secangkir kopi hangat khas Aceh yang sangat harum sekali. Setelah makan siang, kami melanjutkan perjalanan menuju wisata kapal Apung di pusat kota, setelah berjalan-jalan di sekitar kapal apung kamipun menuju Museum Tsunami yang sangat indah sekali dalam segi arsitekturnya. Ridwan Kamil, sang arsitektur begitu jenius membuat rancangan yang luar biasa indahnya untuk mengenang korban tsunami tahun 2004 silam. Museum ini menjadi saksi bagaimana kuasa Tuhan jika ia sudah berkehendak. Al Fatihah....


PLTD Apung di Banda Aceh


Museum Tsunami Banda Aceh

Selesai di Museum, kami pun menuju Mesjid Baiturrahman. Mesjid kebanggaan orang Aceh. Mesjid yang sangat terkenal dengan keindahannya sampai ke Asia Tenggara. Hatiku tiba-tiba teduh, melihat kubah hitam dan dinding putih yang seolah bercahaya mengenai mataku. Sayang hari ini aku lagi menstruasi dan tidak bisa menjalankan shalat di dalam mesjid. Aku hanya bisa memandang ornamen mesjid dari luar dan berjalan ke sisi kolam dan menara gagah di sekitar mesjid. Banyak sekali orang yang berkunjung ke sini. Tidak  hanya orang Aceh atau turis dalam negeri namun telihat juga ada beberapa wisatawan asing. Mesjid ini juga menjadi saksi bagaimana musibah tsunami yang begitu dahsyat menimpa kota Banda Aceh. Mesjid ini tetap kokoh berdiri meskipun dahsyatnya berliter-liter aliran air laut karena tsunami. Selesai melihat keindahan Mesjid Baiturrahman kamipun menuju Pantai Lhok Nga.


Mesjid Baiturrahman


Pantai di Aceh

Pak supir membawa kami menuju Pantai Lhok Nga, di pantai inilah tsunamipun memporak porandakan kehidupan sekitar pantai. Di Pantai ini garis pantainya sangat panjang, hamparan pasirnya sangat bersih, di pantai ini aku menikmati air kelapa yang sangat manis dan segar sekali. Kami meikmati pantai Lhok Nga sampai jam 4 sore. Selesai menikamti indahnya pantai Lhok Nga dan asyik berfoto-foto, kami akan melanjutkan perjalanan menuju ke Pantai Lampuuk. Kamipun bergegas menuju pantai Lampuuk, sebelum sampai di pantai Lampuuk, pak supir membawa kami ke rumah Cut  Nyak Dien, rumah adat Aceh ini. Selesai melihat rumah yang kaya akan bersejarah ini, kamipun melanjutkan perjalanan ke pantai Lampuuk untuk melihat sunset di sana. Ternyata Pantai Lampuuk juga tidak kalah indah dengan pantai Lhok Nga. Di sini kami menikmati pantai yang sangat indah, pantai biru sangatlah sulit untuk ditemui di kota kami, Medan. Di Aceh kami sangat senang meihat birunya air laut yang jernih, pasir yang putih, ombak yang gemulai dan angin sepoi khas pantai.Pantai-pantai yang ada di Nangroe Aceh Durussalam pastilah tidak pernah kami lupakan. Semua pantainya indah. Puas menikmati sunset, kamipun bergegas meninggalkan pantai dan menuju terminal. Rasa sedih di hati, karena harus meninggalkan kota ini dengan cepat. Seharipun belum kami mengelilingi Banda Aceh namun kami harus segera meninggalkannya. Sesampainya di terminal, kamipun membeli tiket bus untuk keberangkatan menuju kota Medan, rumah kami. Jam 20.00 WIB, bus pun memulai perjalanannya menuju kota Medan. Kami pulang dan Aceh menjadi memori yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidupku. Dan ketika aku melihat langit Aceh yang penuh bintang itu, senandung Diana menemaniku meninggalkan kota ini dengan pesnuh pesona dan cinta. Izinkan aku kembali ke kota ini, ya Allaah. Aamiin

“Bungong jeumpa, bungong jeumpa meugah di aceh …
Bungong teuleubeh-teuleubeh indah lagoina
Bungong jeumpa, bungong jeumpa meugah di aceh …
Bungong teuleubeh-teuleubeh indah lagoina

Puteh kuneng , meujampu mirah
Bungong si ulah indah lagoina
Puteh kuneng , meujampu mirah
Bungong si ulah indah lagoina

Lam sinar buleun, lam sinar buleun angen peu ayon ...
Duroh meususon , meususon yang mala mala
Mangat that mubee , meunyo tatem com
Leumpah that harom si bungong jeuma
Mangat that mubee , meunyo tatem com
Leumpah that harom si bungong jeuma”


   Medan, 30 April 2014
-Sarah yang mencintai Aceh-





Minggu, 27 April 2014

Seminar Al Qur'an Semudah Tersenyum

Pagi ini aku bangun semangat sekali. Hari ini aku akan mengikuti Seminar Al Quran Semudah Tersenyum di Aula Pondok Permata yang diadakan oleh Komunitas Pejuang Subuh. Hatiku sangat senang sekali karena hari ini,aku akan bertemu langsung dengan Ustadz Bobby yang selama ini banyak sekali memberiku inspirasi dari masa kuliah semester satu dahulu. Aku tahu seminar ini juga langsung dari Ustadz Bobby.

Jam 8, aku dan seorang temanku. Namanya Windy, sepakat untuk janjian pergi bareng ke tempat acara. Jam 8 kami bertemu di RS Sari Mutiara dan Langsung ke aulaannya. Sesampainya di aula ternyata sudah ada beberapa peserta yang datang. Acara akan dimulai jam 8.30, namun kami semuanya sarapan terlebih dahulu dan acara baru dimulai jam 9 wib.

Seminar kali ini sangat memberikan ilmu yang luar biasa. terutama menghafal Al Quran. Kami diajarkan untuk menghafal Al Quran dengan mudahnya seperti tersenyum, MasyaAllaah...Ustadz Bobby memberikan ilmu yang sangat luar biasa. Semoga aku bisa meneguhkan Al Quran di dadaku, hatiku.


Medan, Ahad 27042014

Rabu, 23 April 2014

Wrote By

Mbak Ida wrote "Tadi di pesawat dari solo menuju jakarta, persiiis saat pesawat take off, seorang anak di belakang kursiku seru bener kayaknya merhatiin pemandangan luar lewat jendela pesawat. Kayaknya 4 tahunan deh umurnya..
'ANJING!!! pemandangannya
baguuuus ma! Banyak lampu, ma! ANJING ya, ma!'
Kening ini langsung berkerut..
Makjaaan, anak sekecil itu kok ya ngomongnya kasar banget siiiik...
Tangan bersiap buat elus dada, ketika terdengar suara ibunya..
'iya nak, AMAZING..AMAZING nak, bukan ANJING..'
'Iya ma, emejing ya, ma!'
Jiaaaaaaah, dasar bocaaaaah..
Pelesetan diaa.. Mau ngomong amazing kok jadi anjing..
hiahahahahahahahahaha..
*Gak jadi elus dada*

Pa Piza wrote "Saat tiba di bandara Turki, seorang petugas imigrasi langsung melihat paspor saya dan bertanya, "Are you moslem?" Saya jawab,
"Yes I Am,". Tidak puas dgn jawaban saya, beliau kembali
bertanya dan saya menjawab dengan jawaban saya sama pula. Petugas imigrasi itu kemudian senyum lalu berkata, "Jika anda saya tanya apakah anda muslim, jawablah: "Yes, Alhamdulillah!"


14042014

Di Sekolah

Itu tadi pagi skenario apa lagi yang dibuat krucil. Kan pipi saya jadi merah dan dilihatin banyak orang. Pas sampai di gerbang sekolah, tetiba krucils menghampiri saya mengucapkan selamat ulang tahun sambil memberikan aneka kembang gula warna-warni yang dihias pita-pita cantik. Ya ampun pagi-pagi udah panen kembang gula  "Eh Miss ulang tahunnya bukan hari ini loh". Terus Grace bilang "Kami tahu kok Miss, kan tanggal 25 Nopember." " Jadi...ini? ""Kita mau bikin surprise. Miss senang kan?" Umm....

17 April 2014 in the morning

Cerita di Angkot

Cerita di angkot part 1 "Ngapainlah kubeli sereh ini ya nang?" Kata seorang Ibu kepada anak perempuannya. "Entahlah Mamak ini, adapun sereh kita di depan rumah itu" anaknya menimpali. " Ah, kasian kali aku tengok Ibu-Ibu yang jualan tadi itu"

Cerita di angkot part 2 "Laki-laki ini kalau pulang kerja gak dibikin minumnya. Merepetlah dia! Awak ini pingin minum ntah siapa pulak yang bikin. Maunya sekali-kali dibikinin kita ya" Sambil tertawa lepas Ibu yang keriting ini. 

17 April 2014


Pohon Melinjo Raksasa

Sedih rasanya lihat pohon yang harus ditebang apa boleh buat karena sudah lansia dan harus digantikan anak cucu.

Pohon itu telah menjadi saksi aku tumbuh dari kecil sampai dewasa ini. Buahnya sudah banyak sekali memberikan manfaat untuk keluarga kami. daunnya terkadang dibikin sayur lodeh dan rindang pohonnya bisa membuat rumah menjadi sejuk dan rumah kami terhindar dari debu jalanan.