Jumat, 10 Januari 2014

SAKIT

Adakalanya kita akan mengalami sakit penyakit pada tubuh kita tetapi semestinya tidak mempengaruhi pikiran untuk mengalami sakit. Ibarat daun gugur dari dahan reranting pohon begitu pula dosa-dosa kita berguguran di kala sakit. Saatnya bermuhasabah tentang kesalahan-kesalahan apa yang kita lakukan. Dan lihatlah, kesehatan menunggu kita di ujung sana. Bersyukurlah...

COOKIES DI HARI NATAL

Kemaren Miss Esther bilang " Sarah Sarah makasi ya dek resep kue kering abon bawangnya. Pas natalan dan tahun baru, kue itu yang paling laris, cepet kali habisnya. Heboh saudara kakak nanyain gimana cara bikinnya." Katanya sambil berbinar. "Ada resep baru lagi gak dek? hehe"

Kerukunan yang terjadi di lingkungan kerja saya saat ini cukup diapresiasi sekali. Kita adalah agen muslim yang harus menebar kebaikan bagi siapapun. Bisa tersenyum dan bisa membuat orang tersenyum dengan hal-hal kecil yang rencanakan adalah pengalaman hidup yang sangat menyenangkan.

KALIMAT TEDUH

Kalimat teduhmu singgah malam ini.
Berbaur renyah dalam remah-remah roti.
Cukup di sini saja, kau kalungkan simpul melati pada jemari.
Saat teduh ini, ingat kita pada janji-janji.

Menyanyikan angin malam-malam.
Menunggu awan bergerak diam.
Mungkinkah Aldebaran tenggelam?

Malam 4 Januari 2014

Jumat, 03 Januari 2014

Melalak ke Pulau Pandang dan Pulau Salah Namo

Akhir Desember 2013 ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Iseng-iseng mengikuti lomba foto di salah satu adventure organiser, akhirnya menjadi juara 2 dan mendapatkan paket hadiah berlibur di Pulau Pandang dan Pulau Salah Namo.

Sumatera Utara adalah salah satu pulau terbesar yang ada di Indonesia. Pulau ini terkenal dengan alamnya yang cantik dan indah. Sumatera  adalah pulau terindah untuk dikunjungi.

Tanggal 30 Desember 2013, Aku dan teman-temanku akan melakukan perjalanan ke Pulau Pandang dan Pulau Salah Namo. Pulau ini terletak di perbatasan antara Malaysia dan Indonesia tepatnya di Batubara, sekitar tiga jam menyebrang dengan menggunakan kapal. Pulau yang masih perawan dan belum dihuni warga itu menjadi tempat wisata yang potensial jika dikembangkan. Pasir pantainya yang putih, airnya yang jernih dan banyak ikan-ikan yang sangat cantik. Kalau beruntung, kita bisa melihat lumba-lumba dan paus di sekitar Pulau Pandang dan Salah Namo.

Kami berkumpul di halte kampus UISU sekitar jam 10 malam. Karena adanya sesuatu hal dan kesalahan teknis. Jam 00.30 dini hari kami baru bisa berangkat menuju Batubara. Dengan menggunakan Bus, pak supirpun melaju dengan cepatnya. Di dalam bus, aku mengantuk dan langsung tertidur. Selama perjalanan ternyata ada macet sana-sini dan kamipun terlambat sampai pelabuhan Tanjung Tiram. Jam 5.10 tepatnya adzan shubuh berkumandang kami baru tiba. Di perjalanan, terdapat jalan yang tegenang air karena banjir. Jam 6 kemudian kami menaiki kapal dan lansung menuju pulau Pandang dan salah Namo

Tentang Hujan (Bagian 2)

Wahai puisi!
Datanglah hari ini, pun dalam sekejap.
Menyium basah tanah.
Memecah bulir hujan.
Melukis kelopak bunga-bunga.

Wahai puisi, duduklah bersamaku.
Kita mainkan lagu dalam rentak hujan ini.

Setelah basah tanah karena hujan,
benang sari sampai putik karena air,
spora-spora pun turut menyebar,
biji-biji jatuh mulai kokoh terbenam,
akar-akar menyerap air dan katak pun mulai berdendang.


Medan. 29122013

Hari Ahad ini, Medan gelap. Dari pagi sampai malam hujan turun terus menerus.

Selasa, 24 Desember 2013

Bagi Rapot

Yang penting kamu merasa ilmumu bertambah dan semakin mencintai ilmu itu. Ilmu itu cahaya jadi kalian tidak perlu takut dalam kegelapan karena selalu ada cahaya di sini! di hatimu, Nak. Nilai-nilai di atas kertas itu jadikan evaluasi, ranking yang tertera jadikan motivasi untuk lebih baik. Terima kasih sudah bekerja sama dengan baik dalam 1 semester ini. Dan ujian kalian keren karena percaya dengan kemampuan sendiri! Doa yang baik dari Miss untuk kalian semua. Doakan Miss selalu sehat ya. (Bakri, 2013)

Menarik membaca komentar Meisya Anastasia guten morgan bu guru, belajar bersama bu guru cantik bakri pasti mengasikka, banyak cerita inspiratif, celoteh keilmuan dan kasih sayang yg memnguatkan .. ade selalu berharap pendidikan anak di benua eropa bisa di aplikasikan di indonesia, bagaimana mereka bekerjasama untuk belajar tentang alam, bagaimana mereka turun langsung kelapangan, namun dilain hal mereka berdisiplin ala Rasulullah. *pintar ala einste tapi berakhlaq ala ibnu sina* cantik ala cleopatra tapi berbudi ala bunda theresa*

Hari Mamak

Mentaatimu karena Allaah. Mencintaimu karena Allaah dan Menyayangimu pun karena Allaah, Bu. Agamaku memang tak menganjurkan memperingati harimu. Walau ada yang mengatakan memperingati harimu adalah bid'ah. Semoga bid'ah yang baik. Setidaknya hari ini aku membuatmu bahagia dalam artian kecil pada coklat-coklat manis ini. Semoga sehat slalu. Aku mencintai Ibu seperti aku mencintai syurga. :)


Tanggal 22 Desember saya hanya membelikan blackforest untuk Mamak selepas pulang dari pesta Ka Nila.

Kemana kita melangkah pasti ada Allaah bersama kita. Cerita sendiri, berdua, bersama-sama menikmati hidup yang indah ini. Terima kasih ya Allaah. (Bakri, 2013)

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10151904674649891&set=a.74568824890.77896.61533584890&type=1&relevant_count=1

Menanamlah sebelum ditanam!

Pada hari senin, Allaah menciptakan pepohonan dan tumbuh-tumbuhan. Yuk mari menanam sebelum anda ditanam!

Menanamlah sebelum ditanam merupakan, merupakan kalimat yang saya dapatkan dari mimpi malam tadi. Dalam mimpi saya melihat padang luas yang hijau dipenuhi dengan air-air terjun yang bening dan deras. Terlihat kupu-kupu terbang ke sana ke mari diantara bunga yang warna-warni. Terlihat ada berbagai jenis pohon yang rindang dan terlihat burung yang bertengger, terbang sana sini.

Pemandangan yang saya lihat di mimpi tersebut adalah hasil menanam dari seseorang. Rindang hijau pepohonan tidak akan ada jika tidak ada yang menanamnya. Dari sinilah saya yakin bahwa menanam sangat penting sekali.

Menanamlah sebelum anda ditanam!

Medan, 23 Desember 2013

KEUNGGULAN DINAR DIRHAM


Keunggulan Dinar Dirham

Pengantar

Ketika dunia menggunakan emas dan perak sebagai mata uang, tidak pernah terjadi sama sekali masalah-masalah moneter seperti inflasi, fluktuasi nilai tukar, dan anjloknya daya beli. Profesor Roy Jastram dari Berkeley University AS, dalam bukunya The Golden Constant, telah membuktikan sifat emas yang tahan inflasi. Menurut penelitiannya, harga emas terhadap beberapa komoditi dalam jangka waktu 400 tahun hingga tahun 1976 adalah konstan dan stabil. (Nurul Huda dkk, 2008: 104).

Masalah-masalah moneter itu justru terjadi setelah dunia melepaskan diri dari standar emas dan perak serta berpindah ke sistem uang kertas (fiat money), yaitu mata uang yang berlaku semata karena dekrit pemerintah, yang tidak ditopang oleh logam mulia seperti emas dan perak. Dalam sistem Bretton Woods yang berlaku sejak 1944, dolar masih dikaitkan dengan emas, yaitu uang $35 dolar AS dapat ditukar dengan 1 ons emas (31 gram). Namun, pada 15 Agustus 1971, karena faktor ekonomi, militer dan politik, Presiden AS Richard Nixon akhirnya menghentikan sistem Bretton Woods itu dan dolar tak boleh lagi ditukar dengan emas. (Hasan, 2005). Mulailah era nilai tukar mengambang global yang mengundang banyak masalah. Dolar semakin terjangkit penyakit inflasi. Pada tahun 1971 harga resmi emas adalah $38 dolar AS per ons.

Namun, pada tahun 1979 harganya sudah melonjak jadi $450 dolar AS per ons (El-Diwany, 2003).
Masalah-masalah moneter seperti itu hanya dapat diatasi oleh mata uang emas dan perak saja. Mengapa? Sebab, emas dan perak mempunyai banyak keunggulan. Telaah ini bertujuan mengupas lebih dalam mengenai keunggulan-keunggulan sistem emas dan perak tersebut, sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Abdul Qadim Zallum dalam kitabnya, Al-Amwâl fî Dawlah al-Khilâfah (2004), khususnya bab Fawâ’id Nizhâm adz-Dzahab wa al-Fidhdhah. (h. 224-dst).

Keunggulan Mata Uang Emas dan Perak

Syaikh Zallum menerangkan setidaknya terdapat 6 (enam) keunggulan mata uang emas dan perak sebagai berikut (h. 224-227). Pertama: emas dan perak adalah komoditi, sebagaimana komoditi lainnya, semisal unta, kambing, besi, atau tembaga. Untuk mengadakannya perlu ongkos eksplorasi dan produksi. Komoditi ini dapat diperjualbelikan apabila ia tidak digunakan sebagai uang. Jadi, emas dan perak termasuk uang komoditi/uang barang (commodity money). (Nasution, 2008: 241). Artinya, emas dan perak mempunyai nilai intrinsik (qîmah dzatiyah) pada dirinya sendiri. Beda dengan uang kertas yang tidak memiliki nilai intrinsik pada barangnya sendiri. (Thabib, 2003: 326).

Dengan menggunakan mata uang  emas dan perak, suatu negara tidak akan dapat mencetak mata uang sesukanya lalu mengedarkannya ke pasar. Ini berbeda dengan uang kertas; negara dapat saja mencetak uang kertas berapa pun ia mau, karena uang kertas tidak mempunyai nilai intrinsik pada dirinya sendiri. (Zallum, 2004: 224). Ilustrasinya, untuk mencetak lembaran uang satu dolar AS, biayanya 4 sen dolar. Dengan anggapan 1 dolar senilai Rp 10.000, maka nilai 4 sen dolar hanya Rp 400 (1 dolar=100 sen dolar). Kalau mau mencetak lembaran uang 100 dolar, biayanya juga masih sekitar 4 sen dolar itu. Inilah yang mengakibatkan The Fed (Bank Sentral AS) sangat leluasa mencetak dolar hampir unlimited sehingga menimbulkan inflasi permanen. (Hamidi, 2007: 37).

Namun, untuk mencetak uang senilai 1 dinar emas, diperlukan emas seberat 4,25 gram. Negara yang menggunakan standar dinar tidak bisa mencetak uang semaunya, kecuali dalam batas kuantitas emas yang dimilikinya. Uang yang beredar hanya bisa ditambah ketika negara menerima sejumlah emas baru dari pihak luar. Sebaliknya, uang yang beredar bisa berkurang kalau ada orang yang menukarkan sebagian uangnya dengan emas. (El-Diwany, 2003: 92).

Kedua: sistem emas dan perak akan menjamin kestabilan moneter. Tidak seperti sistem uang kertas yang cenderung membawa instabilitas dunia karena penambahan uang kertas yang beredar secara tiba-tiba. (h. 226). Emas biasanya tidak mudah ditemukan dalam jumlah berlimpah. Dalam perkiraan terbaik, persediaan emas global dalam 300 tahun terakhir hanya bertambah rata-rata 2% pertahun. Tingkat pertumbuhan ini jauh di bawah pertumbuhan uang beredar berdasarkan perbankan modern yang menggunakan uang kertas. (El-Diwany, 2003: 93). Dalam setahun, seluruh industri tambang emas dunia hanya menghasilkan kira-kira 2000 ton emas, sangat jauh di bawah produksi baja di AS saja yang menghasilkan 10.500 ton perjamnya pada tahun 1995. (Hamidi, 2007: 109).

Ketiga: sistem emas dan perak akan menciptakan keseimbangan neraca pembayaran antar-negara secara otomatis untuk mengoreksi ketekoran dalam pembayaran tanpa intervensi bank sentral. (Zallum, 2004: 226). Mekanisme ini disebut dengan automatic adjustment (penyesuaian otomatis) yang akan bekerja menyelesaikan ketekoran dalam perdagangan (trade imbalance) antar negara. (Hamidi, 2007: 137; Nurul Huda dkk, 2008: 103).

Mekanismenya: jika suatu negara (misal negara A) impornya dari negara B lebih besar daripada ekspornya, maka akan makin banyak emas dan perak yang mengalir dari negara A itu ke negara B. Ini karena emas dan perak digunakan sebagai alat pembayaran. Kondisi ini akan  mengakibatkan harga-harga di dalam negara A turun, lalu menyebabkan harga-harga komoditi dalam negara A lebih murah daripada komoditi impor dari negara B, dan pada gilirannya akan mengurangi impor dari negara B. Sebaliknya, dalam sistem uang kertas, jika terjadi ketekoran semacam ini, negara A akan mencetak lebih banyak uang, sebab tak ada batasan untuk mencetaknya. Tindakan ini justru akan meningkatkan inflasi dan menurunkan daya beli pada uang di negara A.

Dalam sistem emas dan perak, negara tidak mungkin mencetak uang lagi, selama uang yang beredar dapat ditukar dengan emas dan perak pada tingkat harga tertentu. Sebab, negara khawatir tidak akan mampu melayani penukaran tersebut. (Zallum, 2004: 226).

Keempat: sistem emas dan perak mempunyai keunggulan yang sangat prima, yaitu berapapun kuantitasnya dalam satu negara, entah banyak atau sedikit, akan dapat mencukupi kebutuhan pasar dalam pertukaran mata uang. (Zallum, 2004: 227). Jika jumlah uang tetap, sementara barang dan jasa bertambah, uang yang ada akan mampu membeli barang dan jasa secara maksimal. Jika jumlah uang tetap, sedangkan barang dan jasa berkurang, uang yang ada hanya mengalami penurunan daya beli. Walhasil, berapa pun jumlah uang yang ada, cukup untuk membeli barang dan jasa di pasar, baik jumlah uang itu sedikit atau banyak. (Yusanto, 2001: 144).

Hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk sistem uang kertas. Jika negara mencetak semakin banyak uang kertas, daya beli uang itu akan turun dan terjadilah inflasi. Jelaslah, sistem emas dan perak akan menghapuskan inflasi. Sebaliknya, sistem uang kertas akan menyuburkan inflasi. (Zallum, 2004: 227).

Kelima: sistem emas dan perak akan mempunyai kurs yang stabil antar negara. Ini karena mata uang masing-masing negara akan mengambil posisi tertentu terhadap emas atau perak. Dengan demikian, di seluruh dunia hakikatnya hanya terdapat satu mata uang, yaitu emas atau perak, meski mata uang yang beredar akan bermacam-macam di berbagai negara (Zallum, 2004: 227).

Benar hanya ada satu mata uang, karena satu ons koin emas (31 gram) di AS tidak akan berbeda dengan satu ons koin emas di Jepang, Jerman, atau Prancis. Mungkin satu ons emas itu akan diberi nama yang berbeda-beda di masing-masing negara ini, apakah diberi nama 20.000 Yen (Jepang), 200 Deutschemark (Jerman), 10.000.000 Rupiah (Indonesia), atau 1000 Franc (Prancis). Namun, tidak akan ada biaya transaksi signifikan yang menggambarkan perbedaan kurs. Konsekuensinya, spekulasi mata uang asing (valas) tidak akan dapat lagi dilakukan dan perdagangan internasional pun akan makin bergairah, karena emas dan perak telah menghindarkan para eksportir/importir dari sumber ketidakpastian yang terbesar, yaitu kurs yang tidak tetap (fluktuatif) (El-Diwany, 2003:97).

Keenam: sistem emas dan perak akan memelihara kekayaan emas dan perak yang dimiliki oleh setiap negara. Jadi, emas dan perak tidak akan lari dari satu negeri ke negeri lain. Negara manapun tidak memerlukan pengawasan untuk menjaga emas dan peraknya. Mengapa? Sebab, emas dan perak itu tidak akan berpindah secara percuma atau ilegal. Emas dan perak tidak akan berpindah kecuali menjadi harga bagi barang atau jasa yang memang hal ini dibolehkan syariah (Zallum, 2004: 227; An-Nabhani, 2004:277). Contoh: untuk mengimpor bahan pangan, alat-alat berat, persenjataan, atau untuk membayar tenaga ahli dari berbagai bidang dari luar negeri yang diperlukan untuk membangun negara Khilafah. Dengan kata lain, tidak akan ada keuntungan investasi asing yang dapat diterjemahkan sebagai kerugian mata uang dalam negeri. (El-Diwany, 2003: 98).

Penutup

Itulah sekilas beberapa keunggulan mata uang emas dan perak yang diterangkan oleh Syaikh Abdul Qadim Zallum dalam kitabnya Al-Amwâl fî Dawlah al-Khilâfah (2004), dengan pengayaan dari berbagai referensi berharga lainnya. Dengan memahami berbagai keunggulan itu, kita tak perlu lagi meragukan kemampuan mata uang emas dan perak dalam mengatasi masalah-masalah moneter yang menyengsarakan umat selama ini.

Namun, kemampuan mata uang emas dan perak itu tak ada gunanya kalau hanya menjadi wacana kosong di negeri-negeri Dunia Islam yang masih rela tunduk pada hegemoni Barat pimpinan AS. Dengan patuh sebagai budak Barat, mereka memang masih bisa hidup sebagai “rumput”, tetapi bukan sebagai “pohon cemara”. Mereka memang tidak terhempas angin, cuma diinjak-injak dengan hina. Hanya negara Khilafah kiranya yang akan mampu mengemban tugas memuliakan umat dengan emas dan perak. Allahu Akbar! [KH. M. Shiddiq Al-Jawi]


http://yanuardisyukur.wordpress.com/2013/11/27/dari-seminar-kembalinya-dinar-dan-dirham-kesultanan-ternate-1-10-tulisan/

18 Desember 2013

*18 Desember

Hari ini aku menjadi salah satu pemenang lomba foto yang diadakan oleh Jelajah Acsu. Fotoku terpilih sebagai runner up dan berhak mendapatkan paket hadiah jalan-jalan ke pulau pandang dan salah namo. Awalnya hanya iseng ikut lomba, alhandulillaah menjadi juara 2. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang mendukung foto saya menjadi salah satu juara. Terutama kepada sahabat saya Sanny yang fbnya sempat terblokir gara-gara semangatnya mempromosikan heheh. Kepada Sahabatku, Inun yang tulus menemaniku dalam penyerahan hadiah secara simbolis :)